Selasa, 13 November 2012

PERIODE PRANATAL

II.     PERIODE PRANATAL
v  Periode pranatal yang terjadi dari saat pembuahan hingga kelahiran dan lamanya sekitar sembilan bulan.
v  Ada 6 ciri periode pranatal:
1.    Periode saat dimana sifat bawaan dan jenis kelamin individu ditentukan
2.    Periode ketika kondisi ibu dapat mendorong atau mengganggu pola perkembangan pranatal
3.    Ketika pertumbuhan dan perkembangan secara proporsional lebih besar daripada dalam periode lain
4.    Periode ketika terdapat bahaya fisik maupun psikologis
5.    Periode ketika orang-orang yang berarti membentuk sikap kepada individu yang baru lahir
v  Sebelum siap memproduksi manusia baru, sel-sel seks pria melalui dua tahap permulaan-pematangan dan pembuahan, dan sel-sel seks wanita melalui tiga tahap permulaan-pematangan, ovulasi dan pembuahan.
v  Jenis kelamin dari individu yang baru lahir penting karena karena:
§  Dari awal kehidupan individu dibentuk dalam stereotip budaya yang disetujui oleh kelompok jenis kelaminnya
§  Mereka tidak boleh mempelajari pengalaman yang dianggap tidak sesuai bagi kelompok jenis kelaminnya
§  Sikap dari orang yang berarti berbeda sesuai dengan penggolongan jenis kelaminnya.
v  Perkembangan jangka pendek maupun jangka panjang akan berbeda antara anak tunggal dan anak kembar
v  Pola perkembangan individu dari bermacam-macam urutan posisi keluarga sangat berbeda-beda. Anak pertama dan anak terakhir biasanya lebih menyenangkan daripada anak tengah
v  Periode sebelum kelahiran terbagi menjadi 3, yaitu:
1.      Periode zigot, yang berlangsung dari pembuahan sampai akhir minggu kedua
2.      Periode embrio, dari minggu kedua hingga bulan kedua
3.      Periode janin, yang berlangsung dari akhir bulan kedua hingga kelahiran
v  Peiode embrio biasanya dianggap sebagai waktu yang kritis karena bentuk fisik yang saat itu berkembang dengan pesat dapat terganggu oleh kondisi yang kurang baik dari lingkungan pranatal
v  Dari semua sikap keluarga, sikap ibu adalah yang terpenting karena eratnya hubungan antara ibu dan anak selama tahun-tahun awal, tahun-tahun pertumbuhan anak.
v  Waktu terjadinya bahaya fisik dan intensitasnya merupakan hal yang lebih penting dalam efeknya pada perkembangan calon manusia daripada bahaya itu sendiri.
v  Diantara sepuluh bahaya fisik periode pranatal, malnutrisi ibu dan berbagai penyakit tertentu seperti rubella selama periode embrio biasanya sangat berbahaya karena efek jangka panjang yang diakibatkannya
v  Bahaya psikologis yang paling umum dan paling berat dalam periode pranatal berupa kepercayaan tradisional tentang kondisi yang dapat mempengaruhi anak yang belum lahir, tekanan yang dialami ibu dan sikap-sikap yang kurang menyenangkan dari lingkungan.


Tidak ada komentar: