II.
PERIODE
PRANATAL
v Periode
pranatal yang terjadi dari saat pembuahan hingga kelahiran dan lamanya sekitar
sembilan bulan.
v Ada
6 ciri periode pranatal:
1. Periode
saat dimana sifat bawaan dan jenis kelamin individu ditentukan
2. Periode
ketika kondisi ibu dapat mendorong atau mengganggu pola perkembangan pranatal
3. Ketika
pertumbuhan dan perkembangan secara proporsional lebih besar daripada dalam
periode lain
4. Periode
ketika terdapat bahaya fisik maupun psikologis
5. Periode
ketika orang-orang yang berarti membentuk sikap kepada individu yang baru lahir
v Sebelum
siap memproduksi manusia baru, sel-sel seks pria melalui dua tahap
permulaan-pematangan dan pembuahan, dan sel-sel seks wanita melalui tiga tahap
permulaan-pematangan, ovulasi dan pembuahan.
v Jenis
kelamin dari individu yang baru lahir penting karena karena:
§ Dari
awal kehidupan individu dibentuk dalam stereotip budaya yang disetujui oleh
kelompok jenis kelaminnya
§ Mereka
tidak boleh mempelajari pengalaman yang dianggap tidak sesuai bagi kelompok
jenis kelaminnya
§ Sikap
dari orang yang berarti berbeda sesuai dengan penggolongan jenis kelaminnya.
v Perkembangan
jangka pendek maupun jangka panjang akan berbeda antara anak tunggal dan anak
kembar
v Pola
perkembangan individu dari bermacam-macam urutan posisi keluarga sangat
berbeda-beda. Anak pertama dan anak terakhir biasanya lebih menyenangkan
daripada anak tengah
v Periode
sebelum kelahiran terbagi menjadi 3, yaitu:
1. Periode
zigot, yang berlangsung dari pembuahan sampai akhir minggu kedua
2. Periode
embrio, dari minggu kedua hingga bulan kedua
3. Periode
janin, yang berlangsung dari akhir bulan kedua hingga kelahiran
v Peiode
embrio biasanya dianggap sebagai waktu yang kritis karena bentuk fisik yang
saat itu berkembang dengan pesat dapat terganggu oleh kondisi yang kurang baik
dari lingkungan pranatal
v Dari
semua sikap keluarga, sikap ibu adalah yang terpenting karena eratnya hubungan
antara ibu dan anak selama tahun-tahun awal, tahun-tahun pertumbuhan anak.
v Waktu
terjadinya bahaya fisik dan intensitasnya merupakan hal yang lebih penting
dalam efeknya pada perkembangan calon manusia daripada bahaya itu sendiri.
v Diantara
sepuluh bahaya fisik periode pranatal, malnutrisi ibu dan berbagai penyakit
tertentu seperti rubella selama periode embrio biasanya sangat berbahaya karena
efek jangka panjang yang diakibatkannya
v Bahaya
psikologis yang paling umum dan paling berat dalam periode pranatal berupa
kepercayaan tradisional tentang kondisi yang dapat mempengaruhi anak yang belum
lahir, tekanan yang dialami ibu dan sikap-sikap yang kurang menyenangkan dari
lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar