Selasa, 20 November 2012

K L A Y A R




Meskipun belum terkenal, Pantai Klayar adalah sebuah pantai yang sangat indah dan eksotik.
Klayar terletak kurang lebih 45 km sebelah barat Pacitan dan dapat dicapai dengan sepeda motor ataupun mobil. Perjalanan menuju ke sana adalah sebuah tantangan tersendiri yang akan memacu adrenalin karena jalan yang sempit dan rusak di beberapa bagian, kelokan tajam serta rute naik turun perbukitan. Ada beberapa ruas dengan tanjakan dan turunan cukup ekstrim. Namun demikian, keindahan pemandangan bukit dan lembah hijau akan menemani sepanjang perjalanan.
Pantai ini masih sangat sepi. Jika datang bukan pada hari libur, Anda hanya akan menemukan beberapa nelayan yang sedang memancing. Hamparan pasir putih membentang dengan ombak sejernih kristal memecah di bibir pantai, diapit bukit karang di kanan dan kirinya. Anda bisa naik ke bukit karang di sebelah kanan dan menikmati pemandangan landscape Klayar yang indah dari sebuah gardu pandang.
Puas menikmati Klayar dari atas, berjalan-jalan menyusuri pasirnya yang putih menjadi pilihan yang paling pas. Berjalan ke arah timur, Anda akan bertemu dengan sebuah sungai kecil yang mengalir membelah pantai untuk kemudian menyatu dengan air laut. Menyeberangi sungai ini menjadi sensasi tersendiri yang mengasyikkan. Di beberapa titik kedalamannya mencapai paha orang dewasa. Tidak jauh dari muara ini, sungai lain yang lebih kecil namun tidak kalah cantik mengalir tenang membentuk muara yang kedua. Dasarnya berpasir hitam dengan garis-garis pasir putih yang terbawa dari pantai.
Seruling Laut, Batu Karang Sphinx, dan Karang Bolong
Di ujung timur Anda akan disapa oleh sebuah laguna yang jelita. Diapit 2 gugusan batu karang, laguna ini terlihat indah dengan gulungan ombak jernih yang menghantam dinding karang dan kemudian memecah dan berputar di hamparan pasir putih. Laguna kecil ini memang mempesona dan membuat betah berlama-lama duduk santai memandangnya. Ombak berkali-kali menghempas batu karang dengan kuatnya dan menimbulkan efek air terjun di dindingnya dengan buih-buih putih yang cantik.
Batu-batu karang menjulang tinggi di sebelah timur laguna. Salah satunya kalau diperhatikan mirip dengan bentuk Sphinx.  Menjelajahi area karang di belakangnya, terlihat beberapa lubang kecil berisi air yang nampaknya menjadi rumah bagi kepiting-kepiting kecil. Nun jauh di sebelah kanan, nampak bukit karang dengan terowongan alami di bawahnya.
Jangan kaget ketika di belakang Anda tiba-tiba sebuah air mancur menyembur ke atas. Lagi-lagi sebuah fenomena alam luar biasa. Ada sebuah celah di batu karang ini. Ketika ombak datang dengan cukup deras, sebagian airnya masuk ke bawah batu dan menyembur ke atas seolah sebuah air mancur raksasa yang bisa mencapai ketinggian hingga 10 meter. Air mancur ini juga disertai dengan suara mirip siulan sehingga sering disebut sebagai seruling laut.
Ingin berlama-lama menikmati keeksotisan Klayar? Naik ke pinggang batu karang sphinx yang cukup lebar dan duduk di sana sambil menikmati gulungan ombak laguna dengan efek air terjunnya di sebelah kanan, air mancur alami di sebelah kiri, karang bolong nun jauh di sana, dan bentangan laut sejauh mata memandang. Rebahkan tubuh dan tutuplah mata. Dengarkan laut bernyanyi untuk Anda dengan deburan ombaknya, dan Anda pasti langsung jatuh cinta.

http://pacitan.yogyes.com/id/see-and-do/beach/klayar/photo-gallery/1/

S E L I N G A N :)

PANTAI SRAU - SURFING, SNORKELING, HIKING DAN MEMANCING


Tersembunyi di balik deretan perbukitan 25 km sebelah barat kota Pacitan (Jawa Timur, Indonesia), Pantai Srau adalah salah satu surga bagi para surfer. Letaknya yang cukup jauh dari pusat kota membuat pantai indah ini belum terlalu ramai dengan pengunjung. Desa terdekat berjarak beberapa kilometer. Jangan membayangkan hotel-hotel ataupun restoran. Hanya terdapat sebuah mushola dan aula terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat. Beberapa buah warung kecil menyediakan makanan dan minuman ala kadarnya seperti mie instan, gorengan, es kelapa muda, teh ataupun kopi.
Pantai ini memiliki 3 surf spots dengan ombak yang cukup menantang bagi peselancar yang sudah cukup handal. Spot pertama terletak di belakang portal tiket sehingga sering disebut sebagai The Portal. Spot kedua adalah Pancingan, berada di bawah bukit karang sebelah barat pantai yang sering dipakai mangkaloleh para nelayan pemancing ikan. Sementara spot ketiga adalah Pandan, berada di balik bukit karang ini.
Pantai Srau memiliki memiliki tipe ombak reef break, artinya ombak tercipta karena gelombang air laut membentur karang. Dasar pantainya pun didominasi oleh batu karang, sehingga peselancar harus lebih berhati-hati. Bulan November hingga Februari adalah waktu yang terbaik untuk surfing dan mengejar barrel di Pantai Srau.
Selain memanjakan surfer dengan barrel-nya, Srau juga menawarkan pesona keindahan pantai dengan hamparan pasir putih yang dihempas ombak yang jernih. Kejernihan airnya inilah yang juga menjadikan tempat ini cocok untuksnorkeling dan menikmati keindahan serta keragaman biota laut. Bosan berjalan-jalan di bibir pantai? Cobalah naik ke bukit kecil di sebelah kanannya.Hiking di bukit karang ini sambil memandang bentang pantai dan laut yang luar biasa indahnya akan segera menghilangkan rasa bosan Anda. Bukit ini juga adalah surga bagi para pemancing ikan. Selain para nelayan, tidak sedikit orang-orang yang hobi memancing sengaja datang dari luar kota dan menghabiskan harinya di sini.

http://pacitan.yogyes.com/id/see-and-do/beach/srau/

VI. AKHIR MASA KANAK-KANAK



v Akhir masa kanak-kanak yang berlangsung dari enam tahun sampai anak mencapai kematangan seksual, yaitu sekitar tiga belas tahun bagi anak perempuan dan empat belas tahun bagi anak laki-laki, oleh orang tua disebut sebagai usia yang menyulitkan, tidak rapi atau usia bertengkar. Oleh para pendidik disebut usia sekolah dasar, dan oleh para ahli psikologi disebut sebagai usia berkelompok, usia penyesuaian atau usia kreatif.
v Pertumbuhan fisik yang lambat pada akhir masa kanak-kanak dipengaruhi oleh kesehatan, gizi, imunisasi, seks dan intelegensi
v Keterampilan pada masa akhir kanak-kanak dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok besar; keterampilan menolong diri, keterampilan menolong sosial, keterampilan sosial dan keterampilan bermain
v Semua bidang dalam berbicara-ucapan, kosakata dan struktur kalimat-berkembang pesat seperti halnya pengertian, namun isi pembicaraan cenderung merosot.
v Anak yang lebih besar mengendalikan ungkapan emosi secara terbuka dan menggunakan katarsis emosi untuk meredakan diri dari emosi-emosi yang terkekang sebagai akibat dari tekanan sosial untuk mengendalikan emosinya
v Status sosiometris anak berkisar dari yang populer sampai yang secara sosial terkucil. Sekali status anak terbentuk dalam kelompok sosial, hal ini sulit diubah, baik status sebagai pemimpin, pengikut atau dikucilkan.
v Minat bermain dan jumlah waktu yang digunakan untuk bermain bergantung lebih pada derajat dukungan sosial daripada kondisi-kondisi lain.
v Terdapat peningkatan pesat dalam pengertian dan ketepatan konsep selama periode akhir masa kanak-kanak yang disebabkan oleh meningkatnya intelegensi dan kesempatan belajar.
v Minat anak yang lebih besar lebih luas daripada anak yang lebih kecil dan meliputi minat baru. Antara lain, minat kepada nama, pakaian, tubuh manusia, seks, sekolah, pekerjaan masa depan, simbol status dan ekonomi
v Penggolongan peran seks mempengaruhi penampilan, perilaku, cita-cita,prestasi, minat, sika terhadap lawan jenis dan penilaian diri.
v Kemerosotan dalam hubungan keluarga, yang merupakan ciri dari periode ini, mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial yang mempunyai dampak kuat pada kepribadiannya melalui pengaruhnya pada penilaian diri. Terlebih apabila kesenjangan antara konsep diri sangat besar, hal ini bertindak sebagi penghambat dalam usaha anak mencari identitas diri.
v Bahaya fisik akhir masa kanak-kanak antara lain kegemukan, bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya, kecenderungan mengalami kecelakaan, kecanggungan dan kesederhanaan. Bahaya psikologis yang baru terutama adalah bahaya yang mempengaruhi penyesuaian sosial karene mengakibatkan penilaian diri, dan penilaian  sosial yang kurang baik.
v Sekalipun kebahagiaan yang dialami dalam periode ini tidak menjamin kebahagiaan seumur hidup, tetapi kondisi-kondisi yang menimbulkan kebahagiaan akan terus memberikan kebahagiaan pada tahun-tahun berikut, terutama bila tiga faktor kebahagiaan-penerimaan/dukungan, kasih sayang dan prestasi-terpenuhi.

V. AWAL MASA KANAK-KANAK



v Awal masa kanak-kanak yang berlangsung dari dua sampai enam tahun, oleh orang tua disebut sebagai usia yang problematis, menyulitkan atau bermain. Sedangkan oleh pendidik dinamakan sebagai usia prasekolah, dan oleh ahli psikologi sebagai prakelompok, penjelajah atau usia bertanya.
v Perkembangan fisik berjalan lambat tetapi kebiasaan fisiologis yang dasarnya diletakkan pada masa bayi, menjadi cukup baik.
v Awal masa kanak-kanak dianggap sebagai saat belajar untuk mencapai berbagai keterampilan karena anak senang mengulang, penting untuk belajar keterampilan, anak pemberani dan senang mencoba hal baru dan karena hanya memiliki beberapa keterampilan maka tidak mengganggu usaha penambahan keterampilan baru.
v Perkembangan berbicara berlangsung cepat, seperti terlihat dalam berkembangnya pengertian dan berbagai keterampilan berbicara. Ini mempunyai dampak yang kuat terhadap jumlah bicara dan isi pembicaraan.
v Perkembangan emosi mengikuti  pola yang dapat diramalkan, tetapi terdapat keanekaragaman dalam pola-pola ini karena tingkat kecerdasan, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendidikan anak dan kondisi yang lain.
v Awal masa kanak-kanak adalah usia prakelompok, saat diletakkannya dasar perkembangan sosial yang merupakan ciri usia berkelompok di akhir masa kanak-kanak.
v Bermain sangat dipengaruhi oleh keterampilan motorik yang dicapai, tingkat popularitas yang ia senangi diantara teman sebayanya, bimbingan yang diterima dalam mempelajari berbagai pola bermain dan status sosial ekonomi keluarga.
v Awal masa kanak-kanak ditandai oleh moralitas dengan paksaan, suatu masa dimana anak belajar mematuhi peraturan secara otomatis melalui hukuman dan pujian. Periode ini juga merupakan masa penegakan disiplin dengan cara yang berbeda, ada yang dikenakan disiplin otoriter, lemah dan demokratis.
v Minat umum anak meliputi minat terhadap agama, tubuh manusia, diri sendiri, jenis kelamin dan pakaian
v Berbagai hubungan keluarga, orang tua-anak, antarsaudara dan hubungan dengan sanak keluarga, berperan dalam sosialisasi anak dan erkembangan konsep-diri, dalam tingkat kepentingan yang berbeda.
v Bahaya fisik yang penting meliputi kematian, penyakit, kecelakaan, penampilan yang tidak menarik, kegemukan dan kidal.
v Bahaya psikologis yang terpenting adalah, isi pembicaraan yang bersifat tidak sosial, ketidakmampuan mengadakan kompleks empati, gagal belajar penyesuaian sosial karena kurangnya bimbingan, lebih menyukai teman khayalan atau binatang kesayangan, terlalu menekankan pada hiburan dan kurang penekanan\pada bermain aktif, konsep dengan bobot emosi yang kurang baik, disiplin yang tidak konsisten atau disiplin yang terlalu didasarkan pada hukum, kemerosotan dalam hubungan keluarga dan konsep diri yang kurang baik.

IV. MASA BAYI


v Pokok-pokok penting yang menonjol dari masa bayi yang berlangsung dari minggu kedua sampai tahun kehidupan kedua adalah bahwa periode ini merupakan tahun-tahun dasar, masa pertumbuhan dan perubahan yang pesat dan berkurangnya ketergantungan, masa meningkatnya individualitas dan permulaan sosialisasi, masa penggolongan peran seks dan kreativitas, dan masa yang menarik sekaligus berbahaya.
v Bayi yang terlambat dalam menguasai perkembangannya, akan mengalami hambatan ketika ia mencapai masa kanak-kanak.
v Pertumbuhan dan perkembangan fisik berlangsung berangsur-angsur sepanjang masa bayi, sedangkan perkembangan fungsi fisiologis terjadi secara pesat
v Keterampilan pertama yang dipelajari adalah keterampilan kepala,lengan dan tangan karena pengendalian otot mengikuti hukum perkembangan arah
v Untuk berkomunikasi bayi menggunakan bentuk prabicara yaitu dengan menangis, mengoceh/berceloteh,gerakan isyarat dan ekspresi-ekspresi wajah
v Emosi pada masa bayi berbeda dengan emosi anak yang lebih besar, anak remaja dan orang-orang dewasa. –emosi bayi disertai dengan perilaku lebih dibanding dengan rangsangan yang membangkitkannya.- emosi lebih mudah dibiasakan pada masa bayi dibandingkan dengan periode lain.
v Dasar-dasar sosial awal penting, karena pertama, jenis perilaku yang diperlihatkan bayi dalm berbagai situasi sosial mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial. Kedua,karena sekali terbentuk pola-pola perilaku ini,cenderung menetap.
v Perkembangan bermain mengikuti pola yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan fisik, motorik dan mental, dan permainan.
v Pada masa bayi, pengertian timbul dari gabungan penjelajahan sensorik, manipulasi motorik, dan menjelang akhir masa bayi dari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan.
v Peranan displin dalam perkembangan moral terutama dalam bentuk hukuman untuk perilaku yang salah dan bentuk pujian untuk perilaku yang diterima sosial
v Bukti dari pentingnya hubungan orang tua anak berasal dari kurangnya kasih sayang, perilaku akrab dan pengaruh besarnya keluarga.
v Masa bayi dianggap sebagai periode kritis dalam perkembangan kepribadian karena merupakan periode dimana dasar-dasar untuk kepribadian dewasa diletakkan.
v Selama tahun kehidupan pertama, bahaya fisik lebh banyak jumlahnya dan lebih parah daripada bahaya psikologis, dan selama tahun kedua terjadi hal sebaliknya.
v Ketidakbahagiaan cenderung meningkat menjelang masa bayi berakhir, meskipun bagi kebanyakan bayi rasa tidak bahagia lebih banyak dialami daripada rasa bahagia.

Rabu, 14 November 2012

III. MASA BAYI BARU LAHIR



v Periode masa bayi neonatal mencakup sekitar dua minggu pertama dari kehidupan, yaitu waktu yang diperlukan bayi neonatal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru diluar rahim ibu. Periode ini biasanya dibagi menjadi dua bagian, yang pertama disebut periode partunate yang berlangsung sejak janin keluar dari rahim ibu sampai tali pusar dipotong dan diikat, yang kedua disebut periode neonate sampai sekitar akhir minggu kedua dari sejak lahir
v Lima ciripenting periode bayi neonatal
1.      Periode tersingkat dari semua periode perkembangan
2.      Merupakan saat penyesuaian diri yang radikal
3.      Terhentinya perkembangan
4.      Pendahuluan dari perkembangan lebih lanjut
5.      Periode berbahaya
v Bayi neonatal harus melakukan empat penyesuaian pokok pada kehidupan pasca natal dan agar bisa menyesuaikan diri. Antara lain penyesuaian diri dengan perubahan suhu, mengisap dan menelan, bernapas, dan membuang kotoran.
v Kesulitan penyesuaian diri bayi pada kehidupan pascanatal ditunjukkan dengan adanya penurunan berat badan
v Kondisi yang sangat penting mempengaruhi penyesuaian bayi pada kehidupan pasca pranatal adalah:
1.      Lingkungan pranatal
2.      Lamanya periode kehamilan
3.      Proses persalinan (normal atau tidak)
4.      Perawatan pascanatal
5.      Sikap orang tua
v Walaupun setiap bayi neonatal berbeda, namun semuanya mempunyai ciri umum tertentu seperti ukuran tubuh, perbandingan tubuh, kurangnya homeostosis tubuh, dua jenis aktivitas yaitu aktivitas menyeluruh dan gerak refleks, tidak mampu berkomunikasi kecuali melalui menangis, belum berkembangnya kepekaan indera kecuali pembau dan pengeceap, keadaan kesadaran yang kabur, kemampuan belajar yang terbatas, emosi yang belum berkembang dan permulaan individualitas.
v Yang berbahaya untuk perkembangan normal dalam kehidupan pascanatal adalah
1.      Lingkungan pranatal yang kurang baik
2.      Kesulitan dan keruwetan persalinan
v Kelahiran postmatur tidak terlalu berbahaya dibandingkan dengan kelahiran prematur karena bayi prematur belum mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan radikal dalam kehidupan pascanatal
v Kematian bayi sangat berbahaya pada hari kelahiran, hari kedua dan hari ketiga setelah lahir
v Akibat-akibat jangka panjang dari kelahiran prematur biasanya tidak sebanyak apa yang umumnya diduga orang, kalau bayi itu diberi rangsangan lingkungan dan kesempatan uuntuk mengatasi kelambatan perkembangan yang biasanya menyertai kelahiran dini
v Kepercayan tradisonal mengenai kelahiran merupakan bahaya psikologis yang serius karena sangat mempengaruhi cara orang memperlakukan bayi
v Sikap kurang menyenangkan terhadap bayi neonatal merupakan bahaya yang serius karena hal ini tercermin dalam cara orang tua memperlakukan bayinya
v Nama yang diberikan pada bayi merupakan bahaya yang potensial terhadap penyesusaian sosial dan penyesuaian pribadi yang baik karena ketika anak bertambah besar mungkin ia tidak menyukai dan merasa malu dengan namanya

Selasa, 13 November 2012

PERIODE PRANATAL

II.     PERIODE PRANATAL
v  Periode pranatal yang terjadi dari saat pembuahan hingga kelahiran dan lamanya sekitar sembilan bulan.
v  Ada 6 ciri periode pranatal:
1.    Periode saat dimana sifat bawaan dan jenis kelamin individu ditentukan
2.    Periode ketika kondisi ibu dapat mendorong atau mengganggu pola perkembangan pranatal
3.    Ketika pertumbuhan dan perkembangan secara proporsional lebih besar daripada dalam periode lain
4.    Periode ketika terdapat bahaya fisik maupun psikologis
5.    Periode ketika orang-orang yang berarti membentuk sikap kepada individu yang baru lahir
v  Sebelum siap memproduksi manusia baru, sel-sel seks pria melalui dua tahap permulaan-pematangan dan pembuahan, dan sel-sel seks wanita melalui tiga tahap permulaan-pematangan, ovulasi dan pembuahan.
v  Jenis kelamin dari individu yang baru lahir penting karena karena:
§  Dari awal kehidupan individu dibentuk dalam stereotip budaya yang disetujui oleh kelompok jenis kelaminnya
§  Mereka tidak boleh mempelajari pengalaman yang dianggap tidak sesuai bagi kelompok jenis kelaminnya
§  Sikap dari orang yang berarti berbeda sesuai dengan penggolongan jenis kelaminnya.
v  Perkembangan jangka pendek maupun jangka panjang akan berbeda antara anak tunggal dan anak kembar
v  Pola perkembangan individu dari bermacam-macam urutan posisi keluarga sangat berbeda-beda. Anak pertama dan anak terakhir biasanya lebih menyenangkan daripada anak tengah
v  Periode sebelum kelahiran terbagi menjadi 3, yaitu:
1.      Periode zigot, yang berlangsung dari pembuahan sampai akhir minggu kedua
2.      Periode embrio, dari minggu kedua hingga bulan kedua
3.      Periode janin, yang berlangsung dari akhir bulan kedua hingga kelahiran
v  Peiode embrio biasanya dianggap sebagai waktu yang kritis karena bentuk fisik yang saat itu berkembang dengan pesat dapat terganggu oleh kondisi yang kurang baik dari lingkungan pranatal
v  Dari semua sikap keluarga, sikap ibu adalah yang terpenting karena eratnya hubungan antara ibu dan anak selama tahun-tahun awal, tahun-tahun pertumbuhan anak.
v  Waktu terjadinya bahaya fisik dan intensitasnya merupakan hal yang lebih penting dalam efeknya pada perkembangan calon manusia daripada bahaya itu sendiri.
v  Diantara sepuluh bahaya fisik periode pranatal, malnutrisi ibu dan berbagai penyakit tertentu seperti rubella selama periode embrio biasanya sangat berbahaya karena efek jangka panjang yang diakibatkannya
v  Bahaya psikologis yang paling umum dan paling berat dalam periode pranatal berupa kepercayaan tradisional tentang kondisi yang dapat mempengaruhi anak yang belum lahir, tekanan yang dialami ibu dan sikap-sikap yang kurang menyenangkan dari lingkungan.